"Ku kirimkan pasir dan debu di matamu, agar kau tak bisa melihat lukaku. Luka yang kau beri padaku setelah ku limpahkan semua kesuburan dan butir-butir surga untukmu. Semoga kegelapan membuatmu belajar apa arti terang."
Merapi
"Sang kokoh itu adalah ibuku, ibu yang ku anggap mulia, yang menyuapiku dengan segala surga buatannya, kini menamparku dengan amarahnya. Amarah yang membakar semua keluargaku, sahabatku, dan mimpi-mimpiku. Ku beri dia kehormatan paling agung, ku berikan dia seribu kata puja dan binar ketakjuban. Tapi, sang kokoh, sang agung nan rupawan, memilih kehilangan keindahannya. Memilih untuk sendiri, mengusir semua hati. Dan, dengan sisa-sisa suara...ku ucapakan selamat tinggal tanpa meratap, berpaling. Ibu berhentilah murka...Entah kapan, mungkin ketika aku mengerti semua arti ini, aku akan berani menatapmu kembali, tanpa benci"
Penyendiri
Sabtu, 06 November 2010
Langganan:
Komentar (Atom)



